masboi alias joannes oye de mello adalah yohanes widodo, pekerja media di radio sonora palembang. pernah aktif di persma atmajaya jogja. sempat menerbitkan 'semacam' kumpulan puisi berjudul kiri cinta ala fotokopi dan diedarkan ke teman2nya. cita-citanya, ingin mengunjungi kota-kota di dunia yang dilewati aliran sungai. ini sesuai hobinya, mengamati perahu2 yang melintasi sungai musi, palembang. emailnya: masboi@yahoo.com
   

<< May 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:






Saturday, October 29, 2005
Dari Mana Radio Hidup?

Seorang kawan pernah bertanya, “Kamu kan kerja di radio. Dari mana sih, radio dapat duit?”

 

Seperti halnya televisi, radio hidup dari iklan. Iklan yang dipasang dan dibayar oleh produsen yang melakukan promosi atau campaign sebuah brand atau produk. Dengan kelebihan-kelebihannya, radio bisa menjadi pilihan bagi produsen untuk melakukan integrated marketing communication.

Dengan kehadiran televisi dan media lain, bagaimana radio bisa bertahan?

Radio bisa dibilang, kagak ada matinye! Meski dihimpit oleh hadirnya berbagai media, seperti televisi dan internet, tetapi radio tetap bertahan. Karena, radio tetap dibutuhkan oleh masyarakat!


Pada pagi hari dan sore hari dimana sebagian masyarakat terjebak kemacetan lalu lintas, radio di mobil menjadi teman perjalanan yang menyenangkan. Breaking news dan obrolan santai dari para penyiar radio mengurangi stress yang dirasakan sepanjang perjalanan. Sulit bagi media lain untuk mendapatkan coverage setinggi radio pada jam-jam kemacetan lalu lintas ini.

Disamping teve lokal yang sekarang sudah mulai menjamur, radio merupakan pilihan yang tepat untuk menjangkau konsumen di daerah tertentu, termasuk di pedalaman. Dengan memilih tipe program dan segmen radio yang sesuai, pengiklan bisa lebih fokus untuk mengekspose brandnya ke tipe pendengar yang lebih segmented, baik itu dari segi usia, etnik maupun lifestyle tertentu.

Kelebihan lain dari radio adalah lebih singkatnya waktu untuk mempersiapkan materi iklan. Materi pun bisa dikemas/dibawakan dengan gaya bahasa sedemikian rupa sehingga sesuai dengan selera pendengar lokal.

Salah satu tipe program radio yang mendapat rating tinggi adalah yang menyediakan interaksi langsung, baik itu antar pendengar maupun antar pendengar dan penyiar. Diskusi-diskusi interaktif ini punya magnet yang kuat karena terbukti memberikan banyak insight bagi pendengar untuk masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan di media lainnya.


Walaupun tampaknya sederhana, membuat materi iklan radio dan pembuatan rencana pemasangan iklannya bukanlah sesuatu yang mudah. Iklan radio yang efektif adalah yang mampu melibatkan pendengarnya. Engagement bisa diperoleh dari pemilihan kata-kata yang menarik atau humoris, dari komponen musik dan dari sound effect lainnya.

 

Adakalanya, radio setempat juga menawarkan jasa untuk membacakan script iklan oleh penyiarnya. Ini bagus, karena mampu menepis kebosanan pendengar yang lelah dijejali iklan yang bertubi-tubi. Dengan gaya tersendiri, penyiar membacakan script iklan dengan renyah dan dibumbui cerita-cerita keseharian, sehingga lebih merasuk ke benak pendengar.

 

Karena harganya yang relatif lebih murah, iklan radio bermanfaat untuk meningkatkan frekuensi eksposure sebuah campaign. Dengan tingginya frekuensi, awareness terhadap pesan yang disampaikan melalui media radio akan dengan cepat dibangun. Yang perlu diperhatikan adalah adanya sinergi antara pesan brand yang disampaikan lewat media radio dengan pesan brand yang disampaikan di media lainnya. Jangan sampai masing-masing media menyampaikan hal yang tidak berhubungan, bahkan bertentangan.

Paket-paket sponsorship seperti program berita, program situasi lalu lintas, kontes, dl bisa juga menjadi pilihan. Paket memberikan kesempatan muncul lebih sering, dan harganya juga umumnya lebih murah jika dihitung per spot, namun bisa mendapatkan eksposure maksimum.


Ada beberapa kelemahan media radio. Media ini kadang hanya dijadikan semacam latar belakang saja, sehingga kesannya diabaikan oleh pendengarnya. Oleh karenanya iklan di radio harus sering frekuensinya. Juga, iklan ini tidak memiliki visual, baik itu berupa gambar maupun teks, sehingga ada keterbatasan untuk menarik perhatian secara suara/audio. Kekurangan lainnya adalah tidak tersedianya banyak studi atau survei yang secara spesifik menunjukkan efektivitas iklan radio, sehingga pengiklan tidak punya support kuat untuk mendukung keputusannya.

Masih lebih banyak manfaat beriklan di radio dibandingkan kekurangannya. Karena itu jangan ragu untuk memilih radio untuk menjangkau target konsumen Anda. ***

 

 

Posted at 10:29 pm by masboi
Comments (5)  

This is Infotainment!


ceknricek

"All people are same: they like gossip.” 
 Ilham Bintang.

Our community is wagged community, which people have heart on gossip. It is not surprising. We lived in a gossip country, which makes gossip as commodity. Ironically, we did not aware, even tough we were become a part of commodity.

Don’t you believe it? Please, turn on your TV channel! Since in the morning, some of private television present the program with opening keyword by presenter:  “gossip…. gossip… gossip…” We watched them everyday, in the morning until evening.

All infotainment programs compete to prepare hot gossip about celebrities. There are 106 infotainment programs in television, like Kabar-Kabari, Cek&Ricek, and Buletin Sinetron in RCTI; Bibir Plus, Poster, Hot Shot, Halo Selebriti, Otista, in SCTV; Selebrita and Go Show in TPI; Betis or Berita Selebritis in Anteve and KISS in Indosiar.

What is infotainment? Wikipedia.org says infotainment is combining information with entertainment. It is a fairly recent term for a television program, or other presentation that combines information with entertainment. Infotainment or soft news, refers to a general type of news media broadcast program which either provides a combination of current events news and entertainment programming, or an entertainment program structured in a news format.

Critics have claimed the combination of the two aspects is a conflict of interest by corporate news outlets focusing on marketing, not journalism. The term "infotainment" thus may be a pejorative among those who hold professional journalistic values in esteem. Sometimes, the journalist works against the Ethical Journalism Code to get exclusive news.

Some blame the media for this perceived phenomenon, for failing to live up to ideals of civic journalistic responsibility. Others blame the commercial nature of many media organizations, the need for higher ratings, combined with a preference among the public for feel-good content and ‘unimportant’ topics, like celebrity gossip or sports.

Some journalists define ‘journalism’ to include only report on "serious" subjects, where common journalistic standards are upheld by the reporter. Professional journalism is supposed to place more emphasis on research, fact checking, and the public interest than its "non-journalistic" counterparts.

Some artists have had a problem with infotainment. The phenomenal cases like Parto Patrio and Sarah Azhari. It is happened, when the artist would not say anything about personal life and kept silent or said “co comment”, journalist had constrained to talk. Even, journalist makes sensational thing to make interesting news. This makes them heartsick, fearful, trauma. So, they had an apprehension with the press. The artist had despair when faced journalist of infotainment. 

Why does the journalist of infotainment make offenses?

(1) Infotainment is new article in television world in Indonesia. The infotainment worker was not considered as journalist. They were recruited by production house; it is not mass media institution. Some of journalist said, the worker of infotainment is "Paparazzi”, not journalist! Journalist worked in Ethical Journalism Code corridor, and reporting is build not based on gossip but fact. The point of view of journalism is different from entertainment.

(2) The tight of competition in infotainment program were seen in the quantity. The present of infotainment in television has getting good rating and get much advertisement. This is a reality that cannot anticipate because television has life from advertisement. Infotainment is very ideal to business of television, because the cost of the making is cheap and fast gets the advertisement.

(3) People like infotainment news. Polling in Tempo Magazines prove that rubric “Apa dan Siapa” is in top-level. People have an obsession in scandal of sex, and news about private live of others. Maybe, this is a natural character of human being that based on loving in watching another and heard news about the others. Indonesian people have listening culture, not reading culture. So, infotainment gets top-level rating.

The presence of infotainment makes discourse about celebrities, like divorced case, etc, come in our life. We, as the viewer of TV, make it as a chat, like if we chat about friend and family. The infotainment has negative and positive effects.

The negative effects like: it can influence the paradigm of people about values. Beside it, language in infotainment sometimes appears the jargon, dialect community of celebrity, and influenced the pattern of language of people.

The positive thing of infotainment, that it plays function as mass media: informing, educating, entertaining, and social control. As a social control function, for example, when news about divorced or unfaithfulness presented, it gave impact in guarding the norms of family and society. Because, it makes the artist ashamed, and makes others will have a caution to do it.

What we have to do to anticipate? The journalist of infotainment has to implement the Ethical Journalism Code, like appreciate the existing of private domain. If the celebrity is in the private domain, it is able to disturbed. If they will not answer the question, the journalist cannot constrain and intimidate them. The journalist can door stop the interviewee only in public area. ***

Posted at 09:52 pm by masboi
Make a comment  

Previous Page Next Page